Trending,- Banjarmasin — Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus dimaksimalkan. Tim SAR gabungan kini mengandalkan teknologi Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot bawah air untuk membantu memetakan posisi serta kondisi bangkai kapal yang tenggelam di perairan Masalembu, Laut Jawa. Penggunaan ROV menjadi bagian penting dalam pencarian karena kondisi bangkai kapal berada di bawah permukaan laut dengan kedalaman sekitar 24 hingga 29 meter. Perangkat tersebut digunakan untuk memberikan gambaran visual mengenai posisi kapal sebelum penyelam melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan ROV menjadi salah satu perangkat utama yang digunakan dalam operasi pencarian bawah laut. “Kita menggunakan ROV yang ada, kamera monitor kemudian posisinya akan disampaikan ke penyelam,” ujar Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat (18/9/2026), seperti dilaporkan detikKalimantan. Menurut Yudhi, keberadaan ROV membantu tim memperoleh gambaran mengenai posisi kapal sekaligus memetakan bagian-bagian kapal yang berada di bawah air. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi panduan bagi penyelam ketika melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi. “ROV tetap yang utama kita gunakan. Jadi ROV berjalan, tim penyelam juga berjalan,” katanya. ROV Bantu Penyelam Tentukan Posisi Penggunaan robot bawah air menjadi penting mengingat pencarian di dalam dan sekitar bangkai kapal memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Selain kedalaman, kondisi arus bawah laut juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan oleh tim SAR. Dengan kamera yang terpasang pada ROV, petugas di permukaan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi bangkai kapal tanpa harus langsung mengirim penyelam ke seluruh bagian lokasi. Data visual tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan bagian kapal yang perlu diperiksa secara langsung oleh penyelam. Cara ini juga membantu tim mengatur proses pencarian secara lebih terarah. Sebelumnya, Basarnas juga telah mengerahkan berbagai peralatan untuk mendukung pencarian bawah laut. KRI Canopus, misalnya, disiapkan dengan teknologi berupa drone bawah air, multibeam echo sounder, dan ROV untuk membantu mendeteksi serta memetakan kondisi di bawah permukaan laut. Strategi pencarian kemudian dilakukan secara berlapis. ROV digunakan untuk memperoleh informasi visual dan posisi, sementara penyelam diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan secara langsung ketika kondisi memungkinkan. Penyelam Sudah Masuk ke Dalam Kapal Upaya pencarian tidak hanya dilakukan dari luar bangkai kapal. Dalam beberapa hari terakhir, tim penyelam telah berhasil masuk ke bagian kapal dan mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi. Sejumlah barang yang diamankan antara lain 197 paket kiriman ekspedisi, sembilan flare, alat bantu pelontar flare, baterai life raft, lampu life raft, serta sebuah dompet berwarna cokelat yang berisi KTP. Barang-barang tersebut kemudian diamankan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dan direncanakan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai tambahan barang bukti. Penyelaman juga membuahkan hasil dalam pencarian korban. Pada Jumat (18/9), tiga jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam kapal. Dalam proses evakuasi tersebut, penyelam harus memecahkan kaca kapal untuk dapat masuk ke bagian tertentu dari bangkai kapal. Ketiga jenazah ditemukan di sekitar bagian kapal yang berada pada kedalaman sekitar 24 meter. Penemuan tiga jenazah tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan operasi SAR hari keenam. 126 Orang Masih Dalam Pencarian Berdasarkan pembaruan Basarnas hingga Jumat (18/9) pukul 22.00 WITA, sebanyak 117 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang yang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, masih terdapat 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Angka tersebut membuat pencarian bawah laut tetap menjadi salah satu fokus utama tim SAR. Patroli melalui laut dan udara juga terus dilakukan. Setiap armada menjalankan pencarian berdasarkan sektor yang telah dibagi untuk memperluas cakupan operasi dan meningkatkan peluang menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya. Yudhi mengatakan seluruh unsur SAR terus bekerja untuk memaksimalkan pencarian korban yang masih hilang. Kondisi Bangkai Kapal Berada di Kedalaman 24-29 Meter Berdasarkan hasil pemantauan tim penyelam, posisi bangkai KM Virgo Transport 8 masih berada di titik yang telah diketahui sebelumnya. Kapal tidak mengalami pergeseran dari lokasi tersebut. Saat ini, bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 24 hingga 29 meter di bawah permukaan laut. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa pemetaan menggunakan ROV diperlukan sebelum penyelam melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain pencarian korban, tim juga mulai melakukan tahapan persiapan operasi salvage, yakni upaya pengangkatan atau penanganan bangkai kapal. Tim salvage melakukan survei bawah air menggunakan ROV pada Jumat (18/9) sekitar pukul 12.30 WITA. Survei tersebut bertujuan mengetahui posisi dan kondisi badan kapal sekaligus menjadi bahan untuk menentukan langkah teknis berikutnya. Cuaca Mulai Mendukung Operasi Bawah Laut Kondisi cuaca di lokasi kecelakaan sebelumnya sempat menjadi kendala bagi tim penyelam. Gelombang tinggi, arus bawah laut dan jarak pandang yang terbatas membuat operasi bawah air harus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Namun, kondisi gelombang kemudian mulai membaik. Pada Jumat (18/9), tinggi gelombang di sekitar lokasi dilaporkan berada di kisaran satu meter, turun dibandingkan dua hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 2,5 meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas penyelaman dapat kembali dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan. Meski demikian, arus bawah laut yang cukup kuat masih menjadi salah satu tantangan dalam proses operasi. Basarnas sebelumnya juga telah menegaskan bahwa operasi penyelaman hanya dilakukan ketika kondisi dinilai aman bagi personel. Ketika cuaca tidak memungkinkan, pencarian tetap dilakukan melalui unsur laut dan udara sembari menunggu kondisi mendukung untuk operasi bawah laut. Pencarian dan Salvage Berjalan Bersamaan Dalam perkembangan terbaru, operasi pencarian korban dan persiapan pengangkatan bangkai kapal dilakukan secara bersamaan. Tim salvage melakukan survei menggunakan ROV, sementara tim penyelam tetap melakukan pemeriksaan di bawah air. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai kondisi kapal dan lingkungan di sekitarnya. Hasil survei ROV nantinya menjadi dasar bagi tim untuk menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam operasi salvage. Pengangkatan bangkai kapal bukan hanya berkaitan dengan proses penanganan kapal, tetapi juga dapat mendukung upaya pencarian korban yang masih belum ditemukan. Namun, seluruh tahapan tetap harus mempertimbangkan kondisi laut dan keselamatan personel yang terlibat. Operasi SAR Masih Berlanjut Kecelakaan KM Virgo Transport 8 bermula ketika kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembu, Laut Jawa, sekitar pukul 02.00 WITA pada 13 September 2026. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik. Kapal tersebut tercatat membawa 243 orang dalam manifes. Memasuki hari keenam operasi, tim SAR masih menghadapi tantangan besar untuk menemukan seluruh korban. Penggunaan teknologi bawah air menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat membantu pencarian secara lebih terarah. ROV memungkinkan petugas melihat kondisi di bawah permukaan laut melalui kamera sebelum informasi tersebut diteruskan kepada penyelam. Dengan demikian, penyelam dapat mengetahui bagian kapal yang akan diperiksa dan menentukan langkah evakuasi secara lebih terukur. Hingga Jumat malam, sembilan korban meninggal dunia telah ditemukan dan 108 orang berhasil diselamatkan. Namun, masih ada 126 orang yang dalam pencarian. Tim SAR gabungan pun terus melakukan penyisiran dari udara, permukaan laut, hingga bawah air. Penggunaan ROV dan aktivitas penyelam akan terus dimaksimalkan selama kondisi memungkinkan, sementara operasi salvage juga dipersiapkan untuk menangani bangkai KM Virgo Transport 8. Perkembangan operasi tersebut menjadi perhatian karena pencarian masih berlangsung dan jumlah korban yang belum ditemukan masih cukup besar. Setiap temuan dari ROV, penyelam maupun armada pencarian menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pencarian dan memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secara aman. Navigasi pos Beras Fortifikasi Bermasalah Masih Beredar di Lampung